Kediri,koranmemo.com – Puluhan warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pagut, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengikuti kegiatan implementasi merdeka belajar, Senin (26/10). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi kreativitas yang dimiliki oleh warga belajar. Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto. Kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Semua yang hadir memakai masker dan face shield. Sebelum masuk ruangan wajib mencuci tangan. Kegiatan pun dilakukan tidak sampai tiga jam.
Siswanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri saat menyampaikan pengarahan memberikan apresiasi atas semangat warga belajar yang mau mengikuti kegiatan tersebut. Dia memberi motivasi dan bimbingan singkat untuk menjaga semangat warga belajar. “Di sini memang pendidikan non formal. Namun statusnya sama dengan jenjang pendidikan formal. Jadi jangan minder lulus paket A bisa ke SMP negeri. Begitu pula paket B bisa ke SMA negeri dan paket C juga bisa daftar kuliah negeri,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan keterampilan seperti ini harus sering dilakukan. Banyak keahlian yang bisa dipilih. Setelah lulus PKBM, misalkan kuliah, diusahakan ambil jurusan yang linier agar fokus belajar dan keahliannya bisa diterapkan. “Besok mungkin ada tambahan jam belajar tata rias atau keahlian lainnya. Pokoknya semangat dan pantang menyerah. Siapa tahu yang ambil keterampilan komputer, bisa jadi programer yang handal. Banyak dibutuhkan saat ini,” katanya.
Dia berpesan, meski belajar di lembaga pendidikan non formal, warga belajar harus tetap berdisiplin menghadiri jadwal kelas yang sudah ditentukan. Selain itu, harus bisa menjaga dan mengatur waktu agar seimbang belajar dan kegiatan di luar sekolah. “Sekarang musimnya wirausaha, memunculkan produk baru. Sekolah non formal statusnya sama, bahkan harus punya keahlihan khusus dan bisa berkarya. Saya yakin, orang tua warga belajar pasti mendudukung. Jadi jangan malu dan minder dalam eksplore kemampuan diri,” imbuhnya.
Sementara itu, Imam Maliki, ketua penyelenggara PKBM Pagut menuturkan, program merdeka belajar ini merupakan upaya mengembangkan kreativitas warga belajar. “Belajar di PKBM tak melulu baca tulis saja. Namun semua warga belajar diberikan beberapa keahlian,” tuturnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengekplore keterampilan warga belajar. Dari kegiatan ini otomatis akan terlihat potensi keahlian yang dimiliki warga belajar masing-masing. Nantinya, keahlian tersebut bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. “Ada satu keterampilan yang wajib yaitu batik jumput atau jumputan. Sedangkan keterampilan pilihan ada tiga, antara lain komputer, kerajinan tali kur, dan keahlinan di bidang pertanian,” ujarnya.
Dia berharap warga belajar bisa mandiri dan punya nilai lebih meski belajar di lembaga non formal. Peluang usaha bisa direbut oleh lulusan PKBM. “Meski beberapa warga belajar sudah bekerja, bisa juga buat sampingan,” ucapnya.
Dani wibisono (13), salah satu warga belajar paket B mengatakan, kegiatan tersebut sangat menarik. Bisa membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. “Senang, kalau keterampilan ini bisa, saya tidak akan kesepian bisa memanfaatkan waktu luang buat keterampilan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ardo Anggere Bastian (16), waga belajar paket B lainnya. Menurutnya, kegiatan ini bisa menambah ilmu baru. Hasil keetrampilan juga bisa menghasilkan. “Bisa dijual, buat tambahan penghasilan,” katanya.
Reporter : Yachya Muchamad
Editor : Vrian Triwidodo
DI SUNTING DARI KORAN MEMO https://www.koranmemo.com/kediri/pr-1921339738/penerapan-merdeka-belajar-di-pkbm-pagut-gali-potensi-dan-kreativitas-warga-belajar?page=2 Share this
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on email
Email
